Throwback ke suatu siang di bulan Januari. Dimana aku tidak sengaja bertemu dengan dua orang teman kecilku dari sekolah dasar. Aku melihat mereka sekilas, merasa tak percaya namun mata tak bisa bohong. Kok mereka bisa ada disini?!

Yang satu namanya Miqdad, dari yang kuketahui lewat instagram, seharusnya dia sedang melanjutkan kuliah di negeri tirai bambu, China. Seorang lagi namanya Citra, terakhir bertemu dia bilang lanjut kuliahnya di Semarang. Apa lagi libur yah dua-duanya?
 
Meetup tak terduga!

Karena terjadi begitu tiba-tiba dan aku udah ditunggu Mama buat pergi beli sesuatu, kami hanya sempat bertukar kabar dan nomor whatsapp. Tidak sempat duduk dan bertanya perjalanan hidup masing-masing setelah berpisah saat perpisahan sekolah dasar bertahun-tahun lalu. Kami bertiga sekelas dari kelas satu sampai 6 (bahkan ketika kelasnya diacak pas tingkat 5!).

Singkat saja pertemuan itu, tapi ternyata berlanjut ke petualangan seru dihari berikutnya.

Soo.. karena sudah bertukar nomor whatsapp, kami berencana untuk olahraga pagi bareng hari Minggu. Aku juga mengajak Nadilla, yang kebetulan juga sedang di Bengkulu. Kalau Dilla, aku hanya sekelas dengannya sekali di tingkat 5, namun orangnya easy going dan juga akrab dengan Citra.

Olahraga paginya batal, karena Miqdad baru nyampai jam 9. Sudah panas banget bro buat lari pagi. Citra kemudian bertanya dimana taman wisata mangrove, mau jalan-jalan kesitu katanya. Meskipun aku satu-satunya yang tidak merantau, aku juga belum pernah ke taman wisata Mangroove. Well, tempatnya baru dijadiin atraksi turis tahun lalu sih.

Kalau Taman Mangroove Bhadrika sih aku sudah pernah, baca disini

Tempatnya jauh dari sport center. Sekitar 14 km kearah Pulau Baai. Aku dan Dilla agak ragu, karena kostum kami itu hanya baju kaos dan celana training, hahaha. Kalau mau pergi ke tempat wisata harusnya pake baju yang cantik kan yaaaaa, biar foto-fotonya keren wkwk.

Sekitar 30 menit kemudian..

Kami jalan ke tempat wisata ini hanya berdasarkan petunjuk dari google maps. Didepan pintu masuk pelabuhan, aku lihat maps lagi dan kami ternyata hampir melewatkan gang-nya.





Daerah ini dinamakan Kampung Sejahtera. Kalian bisa menemukan tempat ini dengan berbelok di gang yang berada di seberang pintu masuk ke Pulau Baai. Didepan gang tidak ada gapura Kampung Sejahtera atau Taman Mangroove, tapi ada gapura Masjid Al-Barokah hehe.





Kami parkir disamping Masjid. Didepan telah tampak beberapa anjungan kayu dan banyak perahu yang berlabuh. Sebelum kami bisa mengenali tempat ini, seorang ibu-ibu mendekati kami dan menawarkan jasa antar keliling mangroove dengan perahu. Kami hanya diminta 25 ribu perorang untuk menyewa perahu sendiri. Bisa membayar 15 ribu saja tapi harus berbagi dengan penumpang lain.

Harganya mungkin bisa ditawar, atau kami mungkin bisa menemukan perahu lain yang mau mengantar dengan harga yang lebih murah. Namun karena hari itu sepi dan kami hanya ber4, kami mengiyakan saja harga 25ribu perorang.

Berangkat!!

Pengen tau tempat wisata air yang kece lainnya di Bengkulu? baca disini:
Wisata Air Terjun Suban, Rejang Lebong 




Kami langsung diajak menyusuri sungai ini. Sungai atau muara ya? lupa nanya hehe. Yang jelas sisi-sisinya banyak mangroove yang ditanam dan disatu persimpangan terlihat bagian yang berbatasan dengan laut.

Makin jauh berjalan terlihat banyak kapal-kapal lainnya. Ada yang berlabuh, ada juga yang sedang melintas. Terlihat juga tambak-tambak udang dan bangunan seperti ini:


Mungkin tambak yang lebih besar dengan tempat beristirahat? Hehe



Enaknya menyewa perahu untuk sendiri, kita bisa berpindah-pindah posisi untuk mengambil foto, he-he. Nelayan yang mengantar kami juga sepertinya sudah terbiasa dengan hal-hal turis begini, jadi ia tidak banyak bicara ketika kami mulai berpindah tempat dan membuat perahu bergoyang XD


kaos dan celana training.. maunya olahraga malah jalan-jalan



Bahkan saat kami duduk di haluan dan berpose seperti bocah petualang..




Beberapa menit kemudian, kami sampai dibagian mangroove yang agak luas dan buntu. Ada sih jalannya tapi sepertinya perahu tidak lanjut jalan lebih jauh lagi. Nelayan yang mengantar kami tiba-tiba mengarahkan perahu kearah mangroovenya.

Eh, eh ngapain nih, kami diturunkan disini?

Ternyata nelayannya memberi kami 15 menit untuk berfoto dengan latar mangroove ahahahaha. Kami bisa berdiri di geladak karena perahunya diberhentikan. Langsung deh narsis-narsisan hahaha




Diperjalanan balik, kami menghabiskan waktu dengan berdiam diri dan lebih memerhatikan sekitar. Daerah ini sangat hening, hanya ada suara mesin perahu dan air. Warna hijau dari mangroove membuat pikiran jadi lebih relax.





Total perjalanan memakan waktu 30 menitan. Saat kembali ke Kampung Sejahtera, jam sudah menunjukkan angka 12 tepat, haha. Matahari sudah benar-benar ada diatas kepala. Tapi itu tidak membuat kami langsung berteduh, karena tempat ini tidak boleh dilewatkan juga untuk narsis-narsisan hehehe. 

Perjuangan Citra sang fotografer saat membatu mengambilkan foto yang instagramable XD


Setelah puas berfoto dan berjalan-jalan di Kampung Sejahtera, kami memutuskan untuk pergi menuju petualangan selanjutnya.. mencari lentera merah. 

Sebelum kututup, mungkin ada beberapa tips yang ingin kuberikan pada kalian yang ingin mengunjungi Wisata Mangroove Bengkulu 

  • Pake kostum yang sesuai. Pakailah pakaian longgar dan fleksibel. Karena dalam kapal kalian akan berpindah-pindah, melangkahi bangku dan memanjat geladak, jadi kusarankan untuk memakai celana. Yang memakai rok mungkin bisa menyesuaikan. 
  • Bawa minum dan makanan sendiri, karena disekitar sana warung tidak ada, jadi yang haus atau butuh cemilan harus bawa sendiri. Jangan lupa bawa kantung plastik untuk mengumpulkan sampahnya ya, JANGAN DIBUANG SEMBARANGAN. 
  • Membawa handphone yang baterainya penuh, hehe. 
  • Waktu yang cocok untuk berkeliling adalah pagi/sore. Tidak disarankan pergi kesana siang-siang karena panas ahaha. 
  • Kalau pengen ke lentera merah langsung, mungkin akan lebih praktis jika langsung berangkat dari Kampung Sejahtera. Aku akan kasih tau alasannya di postingan selanjutnya tentang Lentera Merah... 

Selamat berwisata! 


Sebuah siluet..


Disclaimer : Foto yang kutampilkan dalam postingan ini adalah foto-foto gabungan dari hapeku, Miqdad, Citra dan Nadilla.

5 Comments

  1. Bengkulu emang Ok yach, banyak betul potensi yang ada hanya saja pengelolaan belum maksimal, cuma bagus juga sich jadi masih kerasa naturala iya kan?

    ReplyDelete
  2. itu yang motoin benar-banar perjuangan ya, untung ga jungkir balik fir hahhahahaaaa

    ReplyDelete
  3. Hijau nya hitam mangrove bikin sejuk mata ya mbak..

    ReplyDelete
  4. Wahh... wisata mangrove dah upgrade nih kayaknyaa

    ReplyDelete
  5. keren bgt Bengkulu skrg.. aku juga udah kesana.. tp rasanya pengen lagi kesana hehe

    ReplyDelete