Pagi minggu lalu, aku mengikuti event Bengkulu City Run 2018.

Seru nggak fir?

Sebelum aku ceritain tentang keseruan acara lari 10 dan 5 km yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu, aku mau ceritakan dulu dari pas masa pendaftarannya. Siapa tahu kalian tertarik buat ikut event lari tahun depan.

Salah Isi Formulir

2 minggu sebelum event, aku menerima pemberitahuan di grup cewek-cewek fkik'14. Ayu, yang punya koneksi di komunitas lari Kota Bengkulu memberi link dari www.bengkulucityrun.com. Dia mengajak kami buat ikutan juga, makin rame makin asyik kan? Apalagi Maret lalu, aku, Ayu dan beberapa teman lain berhasil finish lari 10k di event 

Baca keseruan Bengkulu Run 2018 disini 

Tanpa pikir panjang, aku langsung mengisi formulir pendaftaran. Hem lumayan juga kali ini dapat race pack yang keren, ada tas, baju kaos lari, nomor dada dan medali juga (khusus buat finisher yeee). Gampang banget ngisinya, cuma isi biodata, foto ktp lalu menyetujui persyaratan sebagai runner. Selesai deh. Mana gratis pula, nggak keluar sepeserpun uang, semua ditanggung Dinas Pariwisata deh semua. 

Race pack keren (dan gratis XD)

Selesai mengisi formulir tersebut, aku balik lagi ke grup dan melihat foto screenshoot pendaftaran Ayu yang dia kirim ke grup. 

Sri Wahyu Utami, kategori 5K UMUM

Whaaat, kok ngisi yang 5k sih? Padahal aku ambil kategori 10k. Duh, kalau Ayu yang lebih cepat larinya daripada aku isi 5k, lama dong nanti nunggu aku finish.

Tapi mau gimana lagi, mungkin Ayu ambil kategori itu karena dia nggak sempat latihan, kan dia sudah KOAS. Kalau dipaksakan nanti gimana. Teman-temanku yang lain juga ambil 5k, ada juga yang Maret lalu ikut, tapi bulan ini nggak ikut lagi karena sibuk. 

Yah yang penting nanti ketemu di event kan ya. BTW kali ini ada 4 kategori, yaitu 10k Master, 10k Nasional (umum), 5k Nasional (umum) dan 5k Pelajar. 10K master itu buat orang-orang yang berusia 45 tahun keatas. Wah keren ya jadi lebih luas range pesertanya.

Aku yang nggak mau jadi amatir sendiri dan ketinggalan rombongan nanti pas lari, akhirnya mengajak Rizki, teman SMAku yang jarang olahraga. Hehe ayo olahraga bareng Ki!

Race Pack Keren dan Panitia yang Terorganisir

Sebenarnya dari tampilan website, aku sudah bisa menebak kalau event kali ini lebih rapi daripada event-event sebelumnya. Aku beberapa kali menerima email konfirmasi dari pihak penyelenggara, bahwa aku sudah terdaftar dan ditunggu kedatangannya tanggal 21 Desember 2018 di Aula Dinas Pariwisata Provinsi Bengkulu untuk mengambil race pack. Wow. Untuk peserta luar daerah yang ingin ikut event ini pasti terbantu banget dengan adanya pengingat seperti ini.

Di email konfirmasi ada QR code, jadi untuk pengambilan konfirmasi hanya butuh email yang diterima dan kartu identitas. Rapi kan ya? Nggak perlu tiket fisik segala. Terus juga buat peserta dari luar kota juga ditentukan waktu pengambilan ternyata Sabtu, 22 Desember di Hotel Kuala View. 
Aku jadi ingat pertama kali aku mengantri ambil race pack event pertama lari 10k Bengkulu. Berdesakan dan panas, karena tempatnya hanya tenda kecil didepan kantor Dispora Bengkulu. Waktu itu panitianya kurang rapi dan agak lambat, juga masih pake kertas absensi gitu buat tanda terima race pack.

Postingan tentang event Bengkulu Run 2017 bisa dibaca disini yak

Tanggal 21 Desember, aku pergi ke Dinas Pariwisata Bengkulu. Terakhir kali aku kesini.. tahun lalu pas mengambil hadiah doorprize dari acara ini tahun lalu. Dulu namanya Lomba Lari Pesisir Pantai Panjang, jadi aku bingung mau nyebut Bengkulu City Run 2017 tapi kok kurang tepat hehe. Aku dan Pusan waktu itu beruntung dapat 200k untuk masing-masing orang! 

Dinas pariwisata Bengkulu

Postingan tentang Lomba Lari Pesisir Pantai Panjang 2017 disini. Yep, aku memang rajin bikin postingan tentang event lari di Bengkulu XD

Aku datang bersama Ririn. Kami agak kebingungan mencari Aula, karena tidak ada penunjuk arahnya. Malas bertanya pula haha, cuma mengikuti orang lain yang sepertinya menuju arah yang sama. Sore itu Aula Dinas Pariwisata Provinsi ramai, ada meja informasi, beberapa kounter untuk mengambil race pack yang dibedakan berdasarkan kategori, sebuah TV yang menanyangkan nama dan nomor dada juga sebuah papan rute yang besar sekali. 

Papan rute

Antrian pengambilan racepack. 10K sepi bro!

Suasananya rapi dan tertib, aku dan Ririn berpisah barisan. Aku langsung maju menuju kounter 10k yang sepi. Duh mana nih peserta yang lain haha, kok sepi. Panitianya ramah dan efisien, setelah menscan QR code-ku, aku langsung menerima racepack-ku dan diberitahu untuk mengesekkan nomor dada tadi di sensor yang ada didepan tv. Aku melakukannya dan terkejut sendiri melihat nama dan nomorku muncul di tv, beserta kata-kata sampai jumpa di race

Sampai jumpa di garis start!
Kereeeen! Mungkin ini untuk memastikan sensor yang ada di nomor dada berfungsi dengan baik. 

Setelah mengambil nomor dada, aku bersiap pulang kerumah, namun ternyata Ririn kehilangan nomor dadanya. Ahaha. Karea memang nomor dadanya hanya selembar kertas yang agak licin, jadi Ririn tanpa sengaja menjatuhkannya. Untung saja kami akhirnya menemukan nomor dada tersebut, ternyata ditemukan peserta lain di tempat parkir dan dititipkan ke orang-orang yang nongkrong didepan Indomaret. 

Duh, kalau nggak ketemu gimana tuh XD

Hari-H!


Aku sampai ke sport center sekitar jam 5 pagi. Orang-orang sudah ramai dibelakang garis start. Adrenalinku naik melihat dua timer yang dipasang diatas garis start/finish. Wih mesti serius ini larinya. Aku mencari Rizki, Ririn, Ayu dan teman-teman lainnya, tapi belum ada yang kelihatan (dan memang masih gelap haha). Aku tidak lupa memasukkan kupon doorprize ke mangkok kaca yang sudah disiapkan panitia. Semoga tahun ini beruntung lagi hehe.

Sementara peserta terus berdatangan dan mulai melakukan pemanasan, aku memperhatikan cuaca. Semoga tidak turun hujan seperti tahun lalu.. bisikku. Eh.. tak lama kemudian TURUN HUJAN DERAS. Padahal jadwalnya senam zumba. Aku segera mencari tempat berteduh, mumpung race-nya belum dimulai. Beberapa peserta tetap setia senam zumba dibawah guyuran hujan deras. 

Tak lama kemudian, aku melihat ada beberapa mobil datang dan berhenti sebentar didepan garis start/finish. Oh rupanya Gubernur Bengkulu pak Rohidin Mersyah sudah datang untuk membuka acara. Beberapa menit kemudian, hujan mulai mereda. Meskipun masih gerimis, aku turun kembali ke jalan dan bertemu dengan Rizki. Dia terlihat basah kuyup XD. 

Meski diguyur hujan, peserta lari 10k tetap semangat nunggu di garis start
Setelah sambutan dari Pak Gubernur, acara dimulai. Peserta dari kategori 10k master dan 10k nasional dipersilahkan lari terlebih dahulu. Aku langsung lari juga, meskipun perlahan-lahan mulai ditinggal rombongan, haha. Dibaris paling akhir hanya ada aku dan seorang ibu. Ada juga cowok yang telat start, tapi dengan cepat dia meninggalkan kami. 

3 kilo pertama berat buatku, meskipun nggak lewat jalan Penurunan yang menanjak, tapi angin kencang dan hujan membuat lariku lebih lambat. Berbeda dari rute lari sebelum-sebelumnya, kali ini kami lewat jalan pariwisata, kebalikan rute sebelumnya. Jadi benar-benar dekat dengan pantai posisinya.

Dingin, kena terpaan hujan dan angin kencang, mana pesertanya sedikit pula, huhu ga ada teman lari. 

Untungnya, tiap 100 meter ada panitia yang memakai jas hujan dan rompi oranye menyambut dan memberikan semangat. Uuu terharu banget liatnya. 2,5 km pertama, aku melihat ada water station. Ada lebih banyak panitia yang menyemangati XD. Di km ketiga, ada panitia yang memberikan tali hitam pada peserta. Mungkin check-poinnya? 

Setelah memutari Benteng Malborough, aku diarahkan untuk lari lewat Kampung Cina. Waa baru nih rutenya. Selama melewati jalanan ini (yang sebenarnya agak ramai dengan orang-orang yang ingin ke pasar dan pulang dari pasar) ada banyak polisi yang mengamankan. Belum lagi ada dua motor polisi yang mengiringi kami (yang lari paling belakangan) selama race. Asik banget deh pokoknya, benar-benar beda dari tahun lalu. Setelah melewati LP Malabero, kami belok kiri kearah View Tower. Pas melewati salah seorang polisi, aku mendengar dari HT-nya ada yang melaporkan bahwa ada biawak besar. Ehehe dimana tuh biawaknya XD 

Lari lagi, terusss... tiba-tiba ada Dwiki lari dari belakang. Dia rupanya terlambat bangun, jadi terlambat start. Tapi dia cepat menyusulku dan kemudian lari melewatiku. Hiks jadi sendirian lagi. 

Oh iya, beberapa kali aku sempat ditegur panitia dan petugas medis "apakah masih kuat melanjutkan perjalanan, kamu pucat banget," mereka khawatir melihat bibir dan wajahku yang pucat. Aku sih tidak merasa pusing, hanya dingin saja, jadi aku memutuskan untuk tidak berhenti lari. Setelah bilang "masih kuat," panitia dan petugas menyemangati dan melanjutkan tugasnya. 

Water station ketiga kutemui di km 7. Semuanya menyemangati dan berkata tinggal 3 km lagi. Aku sudah masuk ke rute yang dilalui peserta 5k juga, tapi situasi sudah sepi.. mungkin mereka sudah pada finish wkwk. Aku sempat ditanyai seorang polisi saat menyebrang, apakah masih ada yang lain dibelakang. Kubilang aku yang terakhir haha. 

SATU KILOMETER LAGI, aku mulai capek XD. Padahal jalannya menurun, tapi aku malah jalan biasa karena kakiku sudah sakit. Pak polisi yang mengiring sudah tidak sabar untuk mengakhiri race sepertinya, aku ditanyain mulu, apakah mau finish dibonceng saja. Pengiringku bertambah dua orang abang-abang panitia bersepeda. Gils aku diiringin banyak orang seperti orang penting saja haha. 

Setelah belokan terakhir, garis finish tampak didepan mata. ALHAMDULILLAH SEDIKIT LAGI! Pikirku. Aku mulai mempercepat lari. Panitia yang mengiringku langsung berteriak memberi semangat, "AYO KEJAR IBU ITU!!" katanya memprovokasiku untuk menyalip lari ibu-ibu yang lari didepanku (yang sudah ada didepanku sejak awal lari). Rizki juga muncul untuk menyemangati. Aku maluuuuu dilihatin ibu-ibu bergamis peserta event lain yang sedang jalan kaki ke sport center. 

Garis finish yang didambakan!
Dan akhirnya... Finish! Sesampainya di garis finish nomor dadaku diconteng panitia dan mereka mengalungiku dengan medali yang lumayan berat. Kalau kata Rizki, ini terbuat dari timah. Lumayan nih medali pertamaaa :D Medali finisher 10k kalungnya warnanya biru, sementara yang 5k warnanya merah. Selain medali, aku juga diberi pisang dan air mineral sebotol. Aku melihat ke timer, sepertinya aku finish 1 jam 32 menit. Alhamdulillah masih bernafas haha, dan tidak kurang suatu apapun. Habis mengatur nafas, aku foto-foto bareng Rizki. 



Setelah waktu cutoff 10k berakhir, peserta diarahkan ke tenda utama dimana undian doorprize sedang dilakukan. Aku duduk kelelahan sambil menyantap sarapanku pagi itu, pisang haha. Dibelakang dan samping tempat duduk ada meja-meja berisi sarapan sederhana lainnya dan termos teh serta kopi. Setelah agak pulih aku mengambil teh untuk menghangatkan badan.

Ada booth foto juga lho, keren nggak sih EO-nya XD. Oh iya aku baru sadar kalau acara ini diurus EO imaroadrunner ketika lagi update instagram. Oh pantas aja keseluruhan acara rapi dan visualnya menarik, ternyata memang diurusi ahlinya. 


 
Disela-sela pengunguman pemenang lari dan doorprize, ada dua band lokal (Sugar dan Jarvis) yang tampil membawakan lagu-lagu daerah Bengkulu. Asik sih, pengen standing applaus tapi kaki sakit haha.

Keren banget panggungnya, 10x lipat dari tahun lalu pokoknya!
Sayang sekali kali ini aku kurang beruntung untuk undiannya. Rizki juga dari awal tak beruntung karena lupa memasukkan kupon undian XD Saat upload foto, aku dapat kabar kalau ternyata Ririn dan Ayu tidak jadi ikut. Yaah.. semoga next event kita bisa lari bareng lagi yak. 

Secara keseluruhan, acara ini keren banget. Peserta yang nggak menang dan nggak dapat doorprize-pun pulang tanpa kecewa. Racepacknya sendiri udah jadi kenang-kenangan luar biasa untuk mengenang event ini. Semoga event selanjutnya bisa lebih mantap lagi! Salut!!


Oh iya, beberapa hari setelah event berlangsung, ada orang yang komen di fotoku di instagram, begini katanya:

"Mantab,mbak @firafirdaus13 kamu nasional putri satu satunya dari lokal,muuntabbb fiinish😎"

Eh, beneran nih jadi satu-satunya putri lokal yang finish? Aku lalu mulai kepo dengan foto-foto lain dengan tagar #bengkulucityrun, dan memang sebagian besar memposting foto dengan medali 5k. Aku juga baru sadar kalau cewek-cewek dari komunitas lari Bengkulu 'BEERUS' ternyata banyak yang jadi panitia. Pun setelah aku cek ke website bengkulu city run lagi, ternyata memang hanya ada 17 cewek yang berpartisipasi di kategori 10k dan aku salah satunya.

Nih yang mau liat hasil larinya bisa ke websitenya langsung. 


Di kategori 10k, ternyata aku bukan finisher terakhir haha. Meskipun hampir terakhir XD

Next event 2019 semoga lebih baik dari ini lagi! Aku juga pengen latihan lagi supaya nggak jadi juru kunci!!!

0 Comments