Skip to main content

My Sekre-Mate


Sebelum menutup 'Cerita Dari Enggano' the series- aku pengen ceritain sedikit tentang tim KKN-ku di Apoho ini. Bukan gosip kali ya, tapi lebih ke impresiku ke mereka setelah tinggal sebulan lebih dengan mereka. Juga sebagai pengingat-dan terima kasih, karena sudah mau tinggal denganku (walah bahasanya XD) dan memahami kebiasaanku yang berisik hahahaha.

Kami tinggal di kompleks koramil (Komandan Rayon Militer) Kecamatan Enggano. Awalnya, ketika diberi tahu kalau "yang dapat di Apoho tinggal di koramil", aku membayangkan rumah kecil berdinding kayu dan semi tenda begitu. Hanya bisa membayangkan, karena tidak ada yang ngasih liat foto tempat tinggalnya. Aku juga sampai membawa sleeping bag, karena aku membayangkan tidur beralas lantai semen.

Pas sampai ke Apoho, aku kaget dong.

"I.. ini beneran sekre kita?"
 
Terima kasih pak kades dan bapak tentara yang kasih kami sekre keren :D
Rumahnya baru selesai dibangun, masih ada tangga kayu gitu buat ngecat. Salah satu pekerja bangunannya baru saja selesai finishing. Omg *teriak dalam hati **pengen guling-guling dilantai, tapi mesti beberes dulu ahahaha. Kamarnya ada 3 dan ada 2 kamar mandi dengan akses air bersih yang lancar. Listrik juga lancar, tinggal isi ulang voucher listrik aja kalau habis. Lampunya menyala terang. Ada tempat cuci piring dan meja buat kompor. Huwaaa.. nikmat tuhan mana lagi yang kamu dustakan firrrr

Di sekre inilah kami menghabiskan waktu sebulan bersama. Meskipun kelompok kami bukan yang paling kompak, namun aku nyaman bersama mereka. Sedikit pertengkaran kecil terjadi, namun tidak membawa dampak yang besar bagi kelompok. Kelompok kami punya proker paling lengkap, dan lumayan sibuk XD tapi selalu punya waktu buat jalan-jalan bareng di akhir pekan. Sesuai mufakat aja sih, misalnya minggu pertama jalan-jalan ke Bak Blau dan Banjarsari, minggu kedua ke Kahyapu, Ka'ana, minggu ketiga ke Malakoni, dan minggu terakhir pergi ke Batu Bolong. Hehehehe. Asik kan :D

Siapa aja sih anggota kelompok 4? My sekre-mate? 

Izo 

Sebelumnya, aku juga satu kelompok dengan Izo di kelompok KKN berkas. Populasi laki-laki di fakultas kedokteran memang amat sedikit, jadi hanya ada Izo dan Bang Ridho di kelompok kami waktu itu. Ketika lanjut ke Enggano, Bang Ridho dan kakak tingkat lainnya tidak ikut, jadi kupikir kelompok kami akan diberi tambahan personil laki-laki. 
Eh ternyata nggak. Jadilah Izo seorang diantara 5 cewek, haha. Aku sempat berpikir bagaimana caranya Izo mengurus kami berlima.. kalau cuma bawa satu motor. Eh ternyata Izo dan Dinda sudah berpikir lebih jauh, bawa mobil. Jadi untuk masalah transportasi aman tentram. Nggak perlu takut satu orang ditinggal karena semua keangkut hehe. 

Pas kuliah, aku nggak terlalu dekat dengan Izo. Yah karena Izo selalu dengan Dinda dan aku memang orangnya pemalu *halaaaaaah pemalu dari hongkong lu fir! Maksudnya jarang ngobrol aja karena akunya malas cari topik. Baru bisa ngobrol dengan mereka berdua (sama Dinda juga) pas KKN, liat dari dekat pribadi Izo. Dia leader yang baik, juga rajin piket. Kalau malam kadang kasihan sih dia harus menemani tamu berbincang-bincang, kadang sampai malam banget. 

Meskipun kemesraannya sama Dinda suka bikin iri, tapi ke anggota yang lain juga dia care kok. Pokoknya huge thanks lah ke Izo sudah mau ngurusin dan jadi pemimpin kelompok 4. 

Izo dan Jenga... yang disusun keatas XD //gabut ya pak//

Yayak 

Aku happy banget pas Yayak masuk ke kelompokku. FYI, original team 4 itu Aku, Tara, Izo dan Dessy. Jadi pas diumumkan ada Yayak, aku senang banget. Yayak ini orangnya baik hati dan tidak sombong. Kalau dulu pas masih maba, aku sering dikasihin snack twister yang cokelatnya enak itu. Padahal yang ngekos siapa, yang tinggal dirumah siapa XD 

Mainan lawas yang kami temukan di Enggano.. balon lem tiup haha
Yayak orangnya penuh persiapan. Untuk pembagian tugas bawa barang buat KKN, dia bawa barang kelompok BANYAK BANGET. Misal, kompok dan gas. Kemudian printer. Kemudian kamera. Kemudian kasur busa. Kemudian setrikaan. Laptop juga. Membuatku tambah bersyukur dapat Yayak sebagai teman sekelompok. Snack? Ohoho jangan ditanya.

Tinggal serumah juga bikin aku tambah paham dengan kepribadiannya. Rutinitasnya goals banget. Bangun subuh dan kemudian ngaji (listrik sudah masuk jam 5 pagi). Setelah itu membangunkan kami serumah dan membereskan perlengkapannya. Yayak rajin banget tiap hari mencuci dan menyetrika.. Hoho jangan tanya saya saudara-saudara, saya hanya mencuci 2 kali seminggu XD. Soal proker juga dia selalu membantu tanpa diminta. 

Masalah memasak, Yayak bilang terang-terangan kalau dia nggak bisa masak, padahal mungkin aku lebih nggak bisa masak daripada dia, tapi dia bilang dia akan membantu proses persiapan masaknya. Duh ya ampun yaaak, aku aja kalau goreng telur sambil lompat-lompat minta tolong sama dirimu, segitu rendah hatinya.T.T apa jadinya telur ceplokku tanpa dirimu 

Hem banyak banget tentang Yayak, apa harus dibikin satu postingan khusus? Ahaha. Tidak terlupakan pas pulang dari Batu Lobang, malam-malam di kapal kita nyanyi lagu apa aja yang kita ingat XD supaya nggak ketiduran dan jatuh ke laut #eh. Mulai dari lagu anak-anak, lagu lawas indonesia sampai lagu westlife. Ah iya, Yayak bilang lagu favoritnya Beautiful In White. Kami sama-sama penggemar westlife. Jadilah pas ngosong dihari-hari terakhir, aku sama Yayak cuma nyanyi doang didepan sekre.. Lagu westlife terutama lagu Home 

Let me go home
I've had my run
Baby, I'm done
I gotta go home
Let me go home
It will all right
I'll be home tonight

I'm coming back home


Bete karena mau kirim email tapi internet susah ahaha
Let us go home~ we miss our wi-fi wkwkwkwk

Tara

Wehehehehehe. Ini satu lagi manusia unik.

Seperti Izo dan Dinda dan Dessy, sebenarnya aku kurang dekat dengan Tara. Kami cuma mengobrol seperlunya, atau ketika ada tugas baru ngobrol. Pas di Berkas juga meskipun satu kelompok tapi aku tidak begitu mengenal Tara. Eeehehehe pas di Enggano, langsung tau deh Tara orangnya bagaimana.

Aura girl crush-nya keluar. Pas nyampe sekre langsung mendebat kami yang pengen masak dulu sebelum beres-beres. Ohoho tidak bisa teman-teman.. kita harus beberes dulu~ Tau kan ini lingkungan masih kotor? XD keingat banget di otakku hari pertama, jam-jam pertama nyampe, ketika yang lain sibuk memuat barang ke sekre dan bongkar barang, dia..... bersihin wc.

Luar biasa Tara.. XD Aku nggak kepikiran bakal ada yang beresin wc, karena menurutku meskipun nggak terlalu bersih masih bisa lah dimaklumi karena baru selesai di bikin. Hehehehe nggak dong, wc kami jadi paling cling diantara sekre lainnya di Enggano berkat Tara.

Yeah it's me beb, Tara.

Orangnya keras, maksudku kalau ada satu hal yang nggak sesuai dimatanya, dia nggak segan untuk bertanya dan memberikan kritik. Tapi dia juga terbuka buat saran kok.

Meskipun awalnya aku agak takut humor kami nggak nyambung, ternyata sampai akhir nyambung-nyambung aja tuh. Tara enak diajak ngobrol karena selalu ngasih pendapat yang logis. Dia juga suka bagi-bagiin nat-repnya (bikin aku pengen beli juga) pas kami pulang ke sekre dalam kondisi terbakar matahari.

Dessy


Anaknya lumayan pendiam, tapi kalau telponan sama ayang kayaknya banyak banget yang diomongin XD. Keibuan banget, di sekre terbantu banget karena ada Dessy ahaha. Bahan mentah  yang terbatas bisa diolah jadi makanan yang enak. Pas mau lokakarya nih nggak terlupakan banget,

"Kita masak apa buat jamuan lokakarya nanti?"

"Bikin gorengan?"

Ehehe pesan dimana gorengan banyak XD di Enggano nggak ada yang jual gorengan bos. Ada sih tapi di Kahyapu sama Banjarsari. Mesti masak sendiri dong ya.

"Tenang, ada Dessy!"

Habis itu beneran jadi tenang, karena kami langsung kerja gotong royong ahahaha. Aku ingat aku dapat bagian ngegorengnya. Numpang ke sekre sebelah karena kuali kami kecil hehe.

Dessy orangnya pengertian dan mau mengalah. Orangnya sederhana aja sih, kalau aku ngomong pasti didengerin. Meskipun kadang garing tapi tetap ketawa Dessynya. Dia juga jago main voli loh, kecil-kecil cabe rawit. Mungkin karena inilah kelas kami dulu IPA 5 nggak pernah menang lawan IPA 2 pas ada lomba voli (aku dan Dessy satu SMA) dan angkatan kami sulit di kalahkan pas di cabang Voli saat turnamen olahraga FK.

Dinda

Jujur, waktu Dinda masuk ke kelompok 4, aku juga senang banget.

Soalnya dia pacarnya Izo, hehe. Kalau dia di kelompok lain, mungkin Izo bakal sering ke sekrenya Dinda dan meninggalkan kami kan ya? Hehe. Juga kalau ada tamu yang sampai malam datangnya, Dinda juga setia nungguin Izo, sementara kami tepar di kamar haha.

Dan karena ada mereka berdua juga, perlengkapan kelompok kami juga jadi lengkap banget. Bawaan mereka awalnya kelihatan sedikit, tapi ternyata udah di pack di dalam mobil haha.


Dinda orangnya baik, tapi ya gitu, karena sering nemenin Izo kemana-mana jadi jarang ngobrol kitanya.

Last, aku XD



Orang yang paling berisik dan aneh. Entah kenapa, mungkin terlalu senang karena bisa ngerasain pengalaman jauh dari orang tua? Ahaha. Kayak ngekos gitu kan, tapi ngekosnya di Enggano. Suka heboh sendiri, bahkan ketika tidur. Kenapa? Karena alarmku selalu berisik XD Meskipun alarmnya ngebangunin, orangnya baru bangun pas Yayak bangunkan.


Akhir kata, terima kasih banyak 5 sekre-mate ku yang sudah banyak membantuku di KKN kemarin. Dan.. semoga kita bisa berteman terus. Satu lagi, tolong lupakan kenangan jelek denganku pas KKN XD pasti ada banyak kan ahaha.

Bersama DPL dan pak camat pas lokakarya akhir

Comments

Popular posts from this blog

Primadona Enggano, Bak Blau dari Desa Meok

Lanjut lagi tentang pariwisata Enggano. Kali ini aku mau ceritain pengalamanku dan anak-anak sekre Apoho ke Bak Blau. Destinasi wisata ini primadonanya Enggano. Nggak ke Enggano deh kalau nggak main ke Bak Blau! Hehe.

Bak Blau berasal dari bahasa Enggano yang artinya 'mata air berwarna biru'. Ada di desa Meok, Enggano. Cukup dekat sih, dari sekre kami di Enggano, tapi kalau wisatawan yang ingin ke Bak Blau dari Kahiyapu (soalnya penginapan adanya di Kahiyapu) perjalanannya sekitar 30-45 menit tergantung kondisi jalan. Antara Apoho-Meok jalannya lumayan bagus, namun Kahiyapu-Kaana-Malakoni jalan lintasnya masih agak jelek dan suka berlumpur kalau hujan.

Cerita KKN-ku, Berkas dan Apoho

Throwback saat masa KKN (Kuliah Kerja Nyata) tahun lalu, anak-anak FK (fakultas kedokteran) angkatanku dapat penempatan di dua tempat, yaitu di Kota Bengkulu dan di Kabupaten Bengkulu Utara tepatnya di Kecamatan Enggano. Kecamatan satu ini lokasinya unik, karena bertempat di sebuah pulau yang kira-kira berjarak 156 km dari Kota Bengkulu.

Bungker Peninggalan Jepang di Desa Apoho, Enggano

"Lihat-lihatlah keindahan alam Enggano, ke Bak Blaw, ke pantai-pantainya.. Atau kalau mau liat bungker peninggalan Jepang, di Apoho juga ada," kata kepala desa kami saat kami bertemu di balai desa.

Bungker? Ku tidak menduga akan menemukan peninggalan Jepang di Enggano. Menurut salah satu artikel yang kubaca dikemudian hari (di Enggano kurang leluasa internetan hehe) bungker-bungker tersebut adalah peninggalan zaman Jepang sekitar tahun 1935 lalu. Bungker-bungker tersebut berfungsi sebagai pos-pos pengintaian untuk mengantisipasi serangan. Ada di dua desa, yaitu Malakoni dan Apoho. Di zaman tersebut juga sempat dibangun terowongan, landasan pesawat, gudang dan lainnya, namun ditinggalkan begitu saja karena Jepang semakin terdesak posisinya saat perang dunia ke dua.