Bungker Peninggalan Jepang di Enggano



"Lihat-lihatlah keindahan alam Enggano, ke Bak Blaw, ke pantai-pantainya.. Atau kalau mau liat bungker peninggalan Jepang, di Apoho juga ada," kata kepala desa kami saat kami bertemu di balai desa.

Bungker? Ku tidak menduga akan menemukan peninggalan Jepang di Enggano. Menurut salah satu artikel yang kubaca dikemudian hari (di Enggano kurang leluasa internetan hehe) bungker-bungker tersebut adalah peninggalan zaman Jepang sekitar tahun 1935 lalu. Bungker-bungker tersebut berfungsi sebagai pos-pos pengintaian untuk mengantisipasi serangan. Ada di dua desa, yaitu Malakoni dan Apoho. Di zaman tersebut juga sempat dibangun terowongan, landasan pesawat, gudang dan lainnya, namun ditinggalkan begitu saja karena Jepang semakin terdesak posisinya saat perang dunia ke dua.



Aku penasaran dengan bungker yang disebut-sebut kades ini. Tapi kami pikir lokasinya jauh ke atas bukit dan sulit ditempuh, jadi kami mengurungkan niat untuk pergi bersama-sama. Sampai suatu hari aku diajak Ade dan Dini dari sekre sebelah untuk mengunjungi bungker tersebut.

Oh iya, sebelumnya aku lupa cerita kalau yang berangkat ke Enggano ini berasal dari 2 program. Yang satu KKN Enggano Universitas, pendaftarnya dari berbagai fakultas dan sudah diberangkatkan sejak awal bulan Ramadhan. Sementara kami, adalah anak-anak FK yang KKN-nya di dua tempat karena adanya penyesuaian jadwal.

Baca cerita selengkapnya disini : Cerita KKN Berkas dan Apoho


Foto bareng sekre sebelah pas pamitan pulang
Anak-anak sekre sebelah beranggotakan 10 orang, 2 laki-laki dan 8 perempuan. Semuanya ramah dan baik, sering meminjamkan alat masak dan membagi makanan XD Karena mereka datang lebih awal, mereka juga lebih paham medan dan akrab dengan penduduk desa. Terutama yang bernama Ade, lincah bener kemana-mana. Selain Ade dan para cowok, yang lain biasanya stay di sekre kalau tidak ada jadwal, sehingga sering main denganku dan teman-teman satu sekreku. Kadang juga aku diajak ketika mereka ingin mengunjungi rumah penduduk desa, atau main ke pantai (baca juga Pantai Apoho)

Pernah juga, aku diajak Dini buat menemaninya mengajar di SMP 17 Apoho. Daripada leyeh-leyeh di sekre kan, habisnya proker juga sudah banyak yang selesai. Ahaha pengalaman mengajar dua hari bikin aku pengen jadi guru :P

Mau tau apa aja program kerja kami selama KKN? Baca disini

Nah, balik lagi ke bungker!

Ternyata menuju lokasinya gampang banget, tinggal belok kiri kearah jalan setapak diantara rumah penduduk. Kemudian naik sedikit ke tebing. Naik tebingnya lumayan ekstrim, karena nggak ada jalan sama sekali, harus memanjat dan berpegangan dengan semak-semak. Kami tidak bertiga saja, ada anak penduduk yang memandu. Dia bilang bungker ini sering dijadikan tempat orang-orang penganut ilmu mistis "ngambil ilmu". Entah apa maksudnya namun memang bungker bekas seperti ini cocok untuk jadi tempat bersemedi.

Masuk ke dalam bungker.

Setelah memanjat, ada lubang kecil untuk masuk. Diantara tebing dan tanah ini, rupanya ada bangunan kecil tersembunyi. Kami bertiga segera masuk. Ruangannya tidak seberapa besar, hanya sekitar 2x2x2 meter, aku harus merunduk agar tidak mengenai kotoran diatas kepala.

Didalamnya tidak ada apa-apa, sedikit membuatku kecewa karena mengharapkan meriam seperti di benteng malborough XD. Ada tempat untuk duduk dan jendela kecil yang sebagian pandangannya tertutupi oleh tanah. Mungkin dahulu tempat ini jadi tempat pengintaian karena posisinya langsung mengarah ke laut. Tapi sekarang sudah lewat beberapa dekade, jadi ya hanya sisa bangunannya saja. 

Penunggu bungker, eh Dini XD
Setelah puas melihat-lihat, kami kembali turun. Perjalanan turun lebih mengerikan daripada naik, rasanya pengen meluncur saja XD padahal tidak lebih 3 meter.

Turun dengan hati-hati
Well, itulah tadi pengalamanku melihat bungker peninggalan Jepang. Ada satu lagi di Malakoni, tapi dari foto-foto yang kulihat di internet, tampaknya bungker itu sudah terkikis karena berada di pantai.

Comments

  1. Agak menyeramkan ya Fir? Kayaknya enakan rame-rame kalo kesana yah?

    ReplyDelete
  2. Aku kok jadi pengen kesana ya, jangan jangan ada bunker lain yang masih belum di ketemukan dek disana ya,ya

    ReplyDelete
  3. Perjalanan yg seru dan menangang mbak. Pengen jga. Udah lama nggak ngetrip ni .Hee

    ReplyDelete

Post a Comment

Populer